Rabu, 11 September 2013

Adrian Peterson : Jangan Pernah Mengatakan Mengapa Hal Buruk Terjadi Padaku

          Adrian Peterson lahir March 21, 1985 adalah pemain American Football bernomor 28 dari klub Minnesota Vikings dan berposisi sebagai Running Back dengan julukan “Purple Jesus”. Dia merupakan salah satu pemain NFL (National Football League) yang paling tangguh yang pernah ada. Mengapa dia merupakan pemain yang tangguh ? ini bukan hanya soal fisik tapi lebih kepada semangat pantang menyerah terhadap keadaan apapun. 


          
          Dalam suatu pertandingan, Adrian Peterson yang biasa dipanggil “AP” mengalami cedera parah di lutut kirinya, terdapat cedera di tiga bagian lutut kirinya. Saat mengalami cedera itu, Adrian Peterson merasa kecewa karena yang ada dipikirannya adalah mengapa cedera parah seperti ini terjadi kepada dirinya. Banyak pendapat dari pengamat NFL yang mengatakan bahwa karir dari Adrian Peterson telah berakhir dengan adanya cedera tersebut, dan bila pun lututnya sembuh itu akan membutuhkan perawatan yang sangat lama dan permainannya akan berubah dan tidak sebagus biasanya. Tapi Adrian Peterson kembali bersemangat dengan berjanji pada dirinya untuk menjadi lebih baik lagi dan  tidak mau menyerah begitu saja, dia akhiri rasa kecewanya dan segera bangkit dengan menjalani operasi bedah di lututnya.




          
          Oprasi lutut dilakukan dengan sukses dan dilanjutkan dengan proses pemulihan oleh phsiyoterapis Minnesota Vikings. Dalam proses traning pemulihan cederanya, Adrian peterson berlatih dengan sangat giat dan bersemangat mengikuti semua instruksi terapis. Dan dalam waktu sembilan bulan sejak dia mendapat cedera lutut tersebut, akhirnya Adrian Peterson kembali lagi dilapangan. Banyak orang bertanya-tanya mengapa dia dapat sembuh secepat itu dan karena seharusnya tidak ada orang yang pernah sembuh dari cedera lutut di tiga bagian seperti itu, tapi Adrian Peterson membuktikannya bahwa hanya dia yang bisa sembuh dari cedera itu dengan sempurna. 
          

          
          Seasson 2012/2013 Adrian Peterson memulai comebacknya dengan Minnesota Vikings, selama seasson 2012/2013 Adrian Peterson bermain dengan sangat bagus sebagai Running Back, dia merasa tubuhnya semakin kuat setelah dia sembuh dari cedera. Hal ini dibuktikan dengan penampilannya yang power full dengan kecepatan kakinya yang juga sangat cepat. Adrian Peterson dapat meliuk liuk dan menerobos Line lawan dengan mudah dan terlihat sangat gesit meskipun lututnya baru sembuh, salah satu hal yang menunjukkan kekuatan tubuhnya adalah dia dapat tetap berlari saat ada lawan yang melakukan tackle kepadanya meskipun sang lawan sambil tetap bergelantungan di badannya untuk menahan laju larinya. Hal lain lagi adalah hantaman dari kepala dan badannya, tidak jarang Adrian Peterson berhadapan satu lawan satu dengan lawan saat membawa bola dan dia sering melakukan hantaman dengan kepala dan badannya ke lawannya sehingga lawannya terjatuh langsung ke tanah menghadap langit biru. Kemampuan lain Adrian Peterson adalah berlari sambil memutar badannya untuk menghindari lawan sehingga lawan sulit mencengkram untuk menjatuhkannya dan Adrian Peterson memiliki kekuatan tangan yang bagus dan dia gunakan untuk melakukan Bump atau dorongan kepada lawan saat dia berlari membawa bola, hal ini membuat lawannya kehilangan keseimbangannya dan terjatuh sehingga Adrian Peterson dapat berlari dengan cepat ke Goal Line dan akhirnya mencetak skor Touchdown. 
          

          
          Seasson 2012/2013 adalah Comeback Adrian Peterson yang sangat luar biasa dalam sejarah NFL, di seasson ini Adrian Peterson bermain sangat baik setelah penyembuhan cederanya dan akhirnya hasil jerih payah dan semangat pantang menyerahnya pun mengantarkannya meraih gelar Offensive Player Of The Year dan MVP di musim 2012/2013. Hal ini membuktikan tidak ada orang yang sial karena mendapat suatu hal yang buruk, sebaliknya hal buruk itu adalah pelajaran yang harus dievaluasi untuk kemajuan diri, apabila kamu menyerah maka tidak akan mendapat apapun sebaliknya jika kamu tetap semangat dan pantang menyerah maka kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan karena pada hakikatnya saat kamu tidak menyerah sesungguhnya pada saat itulah kamu akan berhasil.            

Sabtu, 16 Maret 2013

RPP Teknik Elektro

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah           :
Mata Pelajaran          : Analisa Sistem Tenaga Listrik
Materi                         : Impedansi Thevenin Rangkaian Short Circuit
Kelas/Semester           :
Alokasi Waktu           : 1 x 15 Menit

Standar kompetensi : Menganalisis Impedansi Thevenin

Kompetensi Dasar     : - Menganalisis Impedansi Thevenin Pada Bus Saat Terjadi Short Circuit Dengan Metode Rangkaian Listrik.

                                      - Menganalisis Impedansi Thevenin Pada Bus Saat Terjadi Short Circuit Dengan Matlab.

Indikator                    : -     Mendefinisikan Diagram Segaris Sistem tenaga Listrik.
-          Mendefinisikan Impedansi Thevenin.
-          Menghitung impedansi Thevenin dengan rangkaian listrik.
-          Menggambar diagram segaris  dan menghitung besar impedansi thevenin di bus yang mengalami gangguan.

Tujuan Pembelajaran : 

A.    kognitif
1. siswa dapat mendefinisikan diagram segaris sistem tenaga    listrik.
2.      siswa dapat mendefinisikan Impedansi Thevenin.
3.      siswa dapat menghitung impedansi Thevenin dengan rangkaian listrik.
4.      siswa dapat menggambar dan menghitung besar impedansi Thevenin di bus yang mengalami gangguan.

B.     afektif
1.      siswa dapat mengemukakan pendapat, bekerjasama, dan dapat bertukar pengalaman dalam suatu kelompok diskusi.
C.    psikomotorik
1.      siswa dapat menggambar diagram segaris sistem tenaga listrik
2.      siswa dapat menggambar transformasi delta ke Y







Materi Ajar : Analisa Impedansi Thevenin dengan Rangkaian Listrik :
1.      diagram satu garis sistem tenaga listrik.
2.      impedansi Thevenin.

Model Pembelajaran: Snowball Throwing dan examples non examples

Media : gambar diagram segaris sistem tenaga listrik.


Langkah-langkah Pembelajaran :
Langkah
Kegiatan
Alokasi waktu
Pendahuluan






























Pendidik
Peserta didik

1.      Guru mengucapkan salam kepada siswa



2.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.




3.      Guru menyampaikan apersepsi, yaitu guru mengingatkan kembali kepada siswa pengertian dari system tenaga listrik dan impedansi thevenin













  1. Siswa menjawab salam dari guru



2.      Siswa menyimak penyampaian tujuan dan langkah pembelajaran yang diungkapkan guru.



3.      Siswa menyimak penyampaian materi

2 menit

Kegiatan inti
( model pembelajaran examples non examples)






















(model pembelajaran Snowball Throwing)
1.      guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan memberi petunjuk keterangan gambar.
2.      guru membentuk kelompok-kelompok dan mendiskusikan gambar tersebut.




3.      guru mempersilahkan masing-masing ketua kelompok untuk membacakan hasil diskusi kelompok.


4.      berdasarkan hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
5.      guru memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan singkat tentang materi yang telah dijelaskan.
6.      guru menginstruksikan kepada setiap siswa untuk membuat satu pertanyaan di selembar kertas.
7.      guru menginstruksikan untuk membentuk kertas pertanyaan menjadi bola dan ditukar-tukar dengan siswa lain.
8.      guru memberikan kepada siswa kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang di dapatnya.



1. siswa memperhatikan gambar yang diberikan guru dan menganalisa gambar tersebut.



2. siswa menganalisis gambar dan membuat hasil diskusi kelompok di kertas mengenai nama gambar yang ditampilkan dan bagian-bagian dari gambar yang ditampilkan dan fungsi dari gambar tersebut.

3. ketua kelompok menyampaikan hasil diskusi.





4. siswa menyimak penjelasan guru.




5. masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya dan dan memjelaskan materi yang telah disampaikan.



6. siswa membuat satu pertanyaan di selembar kertas sesuai dengan materi yang telah disampaikan.



7. siswa membentuk kertas pertanyaan menjadi bola dan menukarnya secara acak dengan sesama anggota kelompoknya.



8. siswa menjawab pertanyaan yang telah didapatnya.





11 menit
Kegiatan Penutup
1.      guru memberi arahan dan merangkum materi pelajaran yang telah dipelajari.
2.      guru memberikan evaluasi (soal essay) mengenai materi.
3.      guru memberikan salam kepada siswa.
1. siswa menyimak arahan dan penjelasan guru.


2. siswa menyelesaikan soal essay yang diberikan guru.

3. siswa menjawab salam dari guru.
2 menit




Penilaian
- Kognitif

Tes  essay

Kisi – kisi tes
No
Indikator
Jenjang kemampuan
Jumlah
%
1.
siswa dapat mendefinisikan diagram segaris sistem tenaga    listrik.
C1
1
20
2.
siswa dapat mendefinisikan Impedansi Thevenin.

C1
1
20
3.
siswa dapat menghitung impedansi Thevenin dengan rangkaian listrik.

C3
1
20
4.
siswa dapat menggambar dan menghitung besar impedansi Thevenin di bus yang mengalami gangguan.

C3, C4
1
40











Soal essay

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan diagram segaris sistem tenaga listrik ?

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan impedansi Thevenin ?

3. Hitunglah Impedansi Thevenin dengan menggunakan metode rangkaian listrik dari salah satu bus di diagram segaris system tenaga listrik di bawah ini :






 




























4. gambarlah suatu desain diagram segaris system tenaga listrik sendiri dimana salah satu busnya mengalami gangguan dan hitung impedansi thevenin dari bus itu ?










Kunci jawaban
  1. diagram segaris system tenaga listrik adalah diagram yang dibuat sederhana dengan penunjukkan bagian-bagian komponen system tenaga listrik dengan lambang standar sebagai pengganti rengkaian ekivalennya.
  2. impedansi adalah tahanan gabungan (campuran tahanan) dari resistansi dengan reaktansi.
Teorema thevenin adalah dimana suatu rangkaian listrik dapat diserderhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber tegangan yang dihubung seri dengan impedansi.
Jadi impedansi thevenin adalah gabungan tahanan dalam suatu rangkaian listrik yang dihubung seri dengan sumber tegangan.
  1. soal






































- Afektif

Kompetensi :   siswa dapat mengemukakan pendapat, bekerja sama, dan dapat
                        bertukar pengalaman dalam suatu kelompok diskusi.

No
Nama
Mengemukakan pendapat
Bekerja sama
Bertukar pengalaman
Skor
3
2
1
0
3
2
1
0
3
2
1
0

1.














2.














3.














4.














5.














6.














7.














8.














9.














10.














11.














12.














13.














14.














15.















Keterangan :    3 = dilakukan dengan sangat baik
                        2 = dilakukan dengan baik
                        1 = dilakukan dengan kurang baik
                        0 = tidak dilakukan
           
Skor :               8 - 9 = sangat baik
                        6 - 7 = baik
                        4 - 5 = kurang baik
                        0 - 3 = tidak baik


           









- Psikomotorik

No
Nama
Menggambar diagram segaris
Menggambar transformasi delta ke Y
Skor
3
2
1
0
3
2
1
0

1.










2.










3.










4.










5.










6.










7.










8.










9.










10.










11.










12.










13.










14.










15.












Keterangan :    3 = dilakukan dengan sangat baik
                        2 = dilakukan dengan baik
                        1 = dilakukan dengan kurang baik
                        0 = tidak dilakukan
           
Skor :               5 - 6 = sangat baik
                        3 - 4 = baik
                        2      = kurang baik
                        0 - 1 = tidak baik

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...